POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
Twitter : @Louishaurissa
Tampilkan postingan dengan label Transduser. Tampilkan semua postingan

Mind Map Sensor Kelembaban

Hallo sodara..
Bulan juli ini belom posting nih, saya akan posting mindmap tentang sensor kelembaban yang berupa gambar biar temen temen pembaca mudah memahami sensor kelembaban.



Orait..biar lebih jelas lagi mau tau gimana tampangnya sensor'' diatas nih aku tunjukin gambar Sensor Kelembaban SHT 75 dan SHT 11..










ini aja sih gais yang mau aku bagi di artikel kali ini, Artikel ini dibuat untuk memenuhi Tugas mata kuliah Transduser :D hihi (nambah nilai semester 2 men) hwewewew

Sensor Tekanan pada Ban Mobil (proximity)



Ini adalah ide orisinil dari saya dimana saya mencetuskan untuk membuat alat pengisi udara pada ban secara otomatis sehingga jika dirasa saat berkendara  tidak nyaman bisa menekan tombol otomatis yang disediakan,
maka alat ini akan otomatis mengisi tekanan dalam ban sesuai standar tekanan tiap ban.
alat ini memudahkan kita saat bepergian namun alangkah baiknya jika benar benar diperlukan saudara bisa mengecek tekanan mobil dalam keadaan mobil berhenti. karena kompresor yang digunakan adalah mini kompresor yang di tempatkan pada bagian awah mobil.



Peralatan yang dibutuhkan antara lain :
1. sensor tekanan
2. Motor penggerak
3. Mini Compressor

sign : @louishaurissa

Fog Lamp Otomatis Sensor Sinar pada Mobil

Dengan semakin canggihnya teknologi alat yang berfungsi secara otomatis pun sangat marak dan berguna karena cara kerjanya yang efisien dan membantu  mempermudah manusia dalam pengoprasiannya.
Kali ini saya akan mengembangkan ide dibidang Automotive, yaitu Fog Lamp pada mobil yang menyala secara otomatis ketika mendeteksi kabut yang menghalangi pandangan mobil tersebut.

Peralatan yang dibutuhkan antara lain :
1. sensor pendeteksi kabut atau sinar
2. Motor penggerak



Prinsip kerja dari alat ini adalah ketika alat mendapat cahaya yang kurang dan mendeteksi ketebalan kabut yang ada di depan arah pandangan mobil maka sensor tersebut akan mengirim data ke saklar foglamp kemudian lampu akan menyala secara otomatis sedangkan ketika kondisi sebaliknya maka  sensor akan mengirim data ke saklar sehingga foglam mati secara otomatis juga.

sign : LorenzaLouis

Penerapan Strain Guage Pada Traffic Bump Pembangkit Listrik

Latar belakang pembuatan sistem ini adalah, untuk memberikan keamanan yang lebih pada jalanan yang sering dilewati pejalan kaki serta ramai akan kendaraan
Untuk permulaan, Sistem ini akan diterapkan di daerah Zona Selamat di area dekat sekolah, dimana traffic bump ditempatkan sebelum memasuki zona aman sekolah yang biasanya diberi cat berwana merah.


Peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan traffic bumb ini 
1. Strain Guage
2. Penyimpan Energi (aki)
3. Motor Penggerak (pegas)

Prinsip Kerja dari traffic bumb pembangkit tenaga listrik ini akan dijabarkan sebagai berikut :
Ketika traffic bump dilewati oleh kendaraan berarti terjadi tekanan yang bisa menghasilkan listrik, kemudian listrik tersebut disimpan dalam aki sebagai sumber daya dari lampu jalan yang dipasang di jalan sekitar zona selamat, sehingga pada malam hari lampu bisa menerangi jalan dengan sumberdaya yang tersimpan dari tekanan demi tekanan yang dihasilkan oleh kendaraan yang melewati traffic bumb tersebut.


Sensor Optik pada Jembatan Angkat Otomatis

Latar belakang dari pembuatan jembatan ini adalah karena kebutuhan manusia yang meningkat terhadap pemakaian alat yang bekerja secara otomatis. Sistem kerjanya sangat efisien karena tidak perlu dipantau setiap saat oleh user.
Peralatan otomatis yang sudah mulai banyak digunakan adalah pintu otomatis. Pintu otomatis ini banyak digunakan di plaza-plaza, mal-mal dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Pintu otomatis tersebut akan terbuka jika ada orang yang akan masuk/keluar dari pintu tersebut, dan pintu akan menutup sendiri secara otomatis, jika dalam beberapa menit tidak ada orang yang akan masuk/keluar dari pintu tersebut.
Prinsip kerja dari pintu otomatis ini bisa  diterapkan pada jembatan angkat otomatis. Dengan demikian dengan menerapkan prinsip kerja dari pintu otomatis di atas kita juga dapat membuat sebuah jembatan yang dapat membuka dan menutup secara otomatis dengan cara mengangkat dan menurunkannya. jembatan tersebut akan terbuka secara otomatis apabila ada kapal yang lewat dibawahnya hal ini dilakukan
untuk memperlancar lewatnya kapal tersebut dan meminimkan terjadinya kecelakaan
yang disebabkan menyangkutnya tiang kapal pada konstruksi jembatan.

Peralatan yang dbutuhkan dari sistem otomatis jembatan ini antara lain:

   1. Mikrokontroler ATMega8585
   2. Motor Penggerak
   3. Rangkaian Penguat Sinyal
   4. Pemancar Inframerah dan Photodioda

Prinsip Kerja dari sistem ini adalah,




   1. Mikrokontroler LDR ATMega8585 sebagai otak dari system yang berfungsi menerima sinyal dari
       sensor optik
   2. Kemudian sinyal dikirimkan untuk menggerakkan motor dan membuka/menutup jembatan. Motor yang
       akan digunakan adalah motor stepper yang dapat diatur perputarannya sehingga dapat mengendalikan
       pergerakan jembatan serta dapat membuka/menutup palang jalan.
   3. Pemancar infra merah akan memancarkan infra merah terus menerus, dan jika ada kapal yang melintas
       di depannya, maka pancaran sinar infra merah ke photodioda akan terputus.
   4. Pancaran dari sinar infra merah yang diterima oleh potodioda akan diolah oleh rangkaian penguat sinyal
       sehingga menghasilkan sinyal high (1) atau dan jika pancaran infra merah terputus maka penguat sinyal
       akan menghasilkan sinyal low (0) dan kemudian sinyal ini akan dikirimkan ke mikrokontroler.
   5. Sinyal sinyal yang dikirimkan oleh penguat sinyal inilah yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan
       kapal yang akan melewati jembatan.

Termokopel Sensor Suhu Murah Meriah

Apa itu TERMOKOPEL ?

1. Gambaran Umum

Termokopel adalah salah satu jenis sensor suhu yang banyak dipakai untuk pengukuran dan kontrol terbuat dari 2 jenis kawat yang berbeda disambung dan dileburkan bersama, Ujung yang bercabang dua disebut Function End(T2)  pada satu sisi membentuk penghantar "panas" dan ujung lainnya "dingin" dan ujung lainnya disebut Tail End(T1). Pada penggunaannya, Function end untuk mengukur panas pada media yang diukur (misal oven dengan suhu 200° Celcius), sedangakn Tail End disambukgan pada rangkaian elektronika. Termokopel juga digunakan untuk mengubah gradien panas menjadi listrik dan menghasilkan tegangan yang berbanding lurus dengan perbedaan suhu antara ke-2 ujung pasangan konduktor. 
Jika termokopel menghasilkan tegangan yang kecil harus diamplify terlebih dahulu supaya dapat terbaca. Karena hasil baca termokopel oleh voltmeter bukan merupakan ekspresi langsung dari temperatur, sehingga perlu dikonversi terlebih dahulu. Energi Listrik yang dihasilkan termokopel harus dipasok ke sisi panas untuk mempertahankan potensial listrik.

2. Penggunaan Termokopel

Termokopel termasuk ke dalam kategori pemanas yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan industri seperti besi dan baja. Aplikasinya dalam kehidupan yang sering kita temui adalah :
  • Klin
  • Turbin Gas buang
  • Oven
  • Termopile Sensor Radiasi
  • Pembangkit Listrik Tenaga Panas
  • Mesin Diesel
  • Alat"" Pemanas


3. Tipe - tipe termokopel

Ketika memilih termokopel kita harus juga mempertimbangankan jenis pengisolasian dan konstruksi probenya. Karena semua ini akan memiliki efek pada suhu kisaran, akurasi suhu terukur, dan keandalan pembacaannya. Di bawah ini dapat dilihat jenis-jenis termokopel yang secara umum dipakai dikalangan industri.



Tipe K (Chromel / Alumel)
Tipe K adalah termokopel yang berbiaya murah dan umum digunakan, karena popularitasnya itu termokopel jenis ini tersedia dalam berbagai macam probe.termokopel tersedia untuk rentang suhu di -200 ° C sampai +1200 ° C. Sensitivitasnya adalah kira-kira 41 v / ° C.

Tipe E (Chromel / konstanta)

Tipe E memiliki output yang tinggi (68 v / ° C) yang membuatnya cocok untuk digunakan pada suhu rendah (cryogenic).  Properti lainnya dari tipe E ini adalah tipe non magnetik.

Tipe J (Iron / konstanta)

Jangkauan pengukurnnya terbatas, hanya -40 hingga 750 ° C membuat termokopel jenis ini kurang populer dibandingkan dengan tipe K. Termokopel tipe J ini tidak boleh digunakan di atas 760 ° C.

Tipe N (Nicrosil / Nisil)

Stabilitas tinggi dan ketahanannya terhadap oksidasi suhu tinggi membuat tipe N cocok untuk pengukuran suhu tinggi tanpa platinum. Dapat mengukur suhu di atas 1200 °C. Sensitifitasnya sekitar 39 µV/°C pada 900 °C, sedikit di bawah tipe K. Tipe N merupakan perbaikan dari tipe K

Termokopel tipe B, R dan S adalah termokopel 'logam mulia'. Semuanya  (tipe B,R,S) adalah yang paling stabil dari semua termokopel yang ada, namun karena sensitivitasnya yang rendah (kira-kira 10 v / ° C), mereka biasanya hanya digunakan untuk pengukuran suhu tinggi (> 300 ° C).
Tipe B (Platinum / Rhodium)
Cocok untuk pengukuran suhu tinggi hingga 1800 ° C. Disebut termokopel "B" karena bentuk suhu / tegangan kurva mereka  yang menyerupai huruf "B", dan memberikan output yang sama pada 0 ° C dan 42 ° C. Hal ini membuat mereka tidak bisa ddigunakan pada suhu di bawah 50 ° C.

Type R (Platinum / Rhodium)

Cocok untuk pengukuran suhu tinggi hingga 1600 ° C. Sensitivitasnya yang rendah (10 v / ° C) dan biayanya yang tinggi, membuat termokopel ini tidak cocok untuk digunakan pada pengukuran umum.

Type S (Platinum / Rhodium)
Cocok untuk pengukuran suhu tinggi hingga 1600 ° C. Sensitivitasnya yang rendah (10 v / ° C) dan biayanya yang tinggi membuat mereka tidak cocok untuk digunakan pada pengukuran umum. Karena tipe S sangat tinggi stabilitasnya, maka sering digunakan sebagai standar kalibrasi untuk titik leleh emas (1064.43 ° C).

Type T (Copper / Constantan)
Cocok untuk pengukuran antara −200 to 350 °C. Konduktor positif terbuat dari tembaga, dan yang negatif terbuat dari constantan. Sering dipakai sebagai alat pengukur alternatif sejak penelitian kawat tembaga. Type T memiliki sensitifitas ~43 µV/°C

Ketika memilih jenis termokopel, anda harus memastikan bahwa peralatan ukur anda tidak membatasi rentang suhu yang dapat diukur. Kisaran suhu yang dapat diukur adalah 8 channel Pico TC-08. Perhatikan juga bahwa termokopel dengan sensitivitas rendah (B, R dan S), memiliki resolusi yang lebih rendah.

4. PILIH TERMOKOPEL, Ketika...

  • Range suhu yang akan diukur tinggi umunya digunakan untuk oven dan mesin pengering, boiler dengan suhu mencapai 600° C atau lebih. Dibandingkan dengan LM35 yang hanya berkisar 100°  C saja
  • Menghemat kantong, karena termokopel tergolong murah hanya kurang dari Rp. 30.000,- sudah bisa kita dapat, dibandingkan dengan harga RTD yang mencapai Rp. 250.000,- atau bahkan lebih tergantung merknya.
5. JANGAN PILIH TERMOKOPEL, Ketika...
  • Anda menginginkan linearitas dan keakurasian, karenaa sering kali penggunaannya termokopel sulit mencapai titik yang diinginkan, misal saja diminta suhu 200°C namun hanya dapat 198° C atau 220° C 
  • Rentang suhu yang diukur relatif sempit seperti kondisi suhu ruang penetas telur.
  • Anda malas untuk berfikir dengan sulit, karena untuk membacanya membutuhkan ketelitian. Hal ini tentu saja karena harganya yang murah dan pengkondisiannya untuk dapat diterima oleh rangkaian ADC juga tidak mudah.

sumber : 

http://tutorial-elektro.blogspot.com/search?updated-min=2011-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2012-01-01T00:00:00-08:00&max-results=2

http://electric-mechanic.blogspot.com/







ON/OFF Kendaraan dengan Sensor Sidik Jari

Kali ini saya ingin berbag ide saya untuk teman teman semua, sebenarnya sih ini tugas yang diberikan salah satu dosen saya pada semester II ini pada makul Tranduser.
langsung saja, ide saya yaitu membuat "ON / OFF kendaraan dengan menggunakan sidik jari pemilik/owner"
Gimana cara kerjanya?? dibawah ini saya beri gambaran saja langkah kerjanya, karna emang ide itu mahal. jadi gaboleh di ekspos keseluruhan gimana sistem kerjanya :)

1. LATAR BELAKANG

Di zaman yang maju seperti sekarang ini sangat dibutuhkan protect untuk mengamankan barang berharga kita, karena semakin maju nya teknologi memicu juga pola pemikiran oknum jahat, seperti pencuri. Karena 
sistem keamanan pada kendaraan khususnya motor kurang mendukung dan menjadi sasaran empuk para pencuri, maka perlu diciptakan suatu alat keamanan untuk lebih memperkecil kemungkinan terjadinya pencurian.

2. LANDASAN TEORI

Sensor yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari menggunakan sistem optikal, dimana pendeteksian dilakukan dengan pembacaan kontur (tinggi rendahnya permukaan) sidik jari dan listrik statis tubuh. Hal ini 
menghasilkan tingkat keamanan yang tinggi karena tidak dapat dipalsukan dengan fotocopy sidik jari atau sidik jari tipuan. Sensor ini memiliki lapisan kaca yang tahan lama dan juga memiliki sensor gerak, yaitu jika 
ada jari yang menempel pada sensor maka sensor akan langsung menyala untuk mengambil sidik jari

3. TUJUAN

-  Menambah keamanan pada kendaraan
-  Menerapakan sistem Tranduser pada kehidupan sehari - hari

4. ALAT DAN BAHAN

-  Sensor Sidik jari

5. SISTEM KERJA

                                       

Nah jadi pada langkah pertama mesin kendaran mati, disana sudah dipasang alat untuk on off dengan menggunakan sidik jari, jadi ketika owner akan menyalakan mesin motor hanya dengan mendekatkan tangannya pada sensor yang sudah ada maka motor akan otomati menyala dan bisa digunakan. dengan metode ini jadi ga sembarang orang bisa minjem kendaraan si owner, nahh simpel kann :) untuk jaga-jaga tentunya kita masi membutuhkan kunci serep manual. oke inilah yang bisa saya bagikan pagi hari ini. Terimakasih. GBU